Budidaya Palelat di Bolmut Sarat Makna

Share!

SELUSUR.ID – SEKITAR pukul 14.00 Wita Selasa (20/11) kemarin, ada yang beda dilapangan Kembar Boroko, Kecamatan Kaidipang. Dimana ratusan mobil pick up dari berbagai instansi pemerintah dan wilayah Kecamatan hingga desa se Bolmut berdatangan. Mobil tersebut mengangkut berbagai hiasan Palelat dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad Saw 1440 Hijriah.

Satu persatu mobil masuk dilapangan Boroko dengan Palelatnya, bahkan keunikan palelat terlihat dengan campuran berbagai hiasan kue cucur, telur rebus, ketupat burung, pisang, ada juga biapong ukuran besar dan kue putu, buah durian, hingga hasil pertanian hingga makanan tradisional. Selain itu lantunan shalawat menambah suasana religi dilapangan Boroko.

Ada juga hiasan berupa mesjid, kapal. Selain itu ada juga warga yang diangkut oleh mobil pick up. Sebelum acara dimulai, berbagai tarian tradisional ditampilkan. Ada tarian Tinggulu dan Joke, ada juga penampilan musik gambus, Masyarakatpun terhibur.

Dalam pembacaan sipnosis Palelat sendiri adalah salah satu budaya khas turun temurun masyarakat muslim Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) dalam rangka memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan maulid Nabi perayaannya jatuh pada 12 Rabiul awal dalam penanggalan tahun hijrah.

Masyarakat Bolmut sebelum perayaan maulid akan menyiapkan berbagai jenis perlengkapan dan hidangan kue tradisional, hasil pertanian dan kelautan. Pada saat penataan mereka begitu gembira penuh antusias, untaian kue-kue tradisional dan bendera lima tiang diletakan dalam wadah Palelat. Sambil diiringi dengan shalawat Nabi dan berjanji. Setelah itu Palelat diarak ke Mesjid.

Makna yang terdapat pada wadah palelat adalah : wadah palelat berbentuk Kabah yang terbuat dari bentuk bahan kayu/bambu/pelepah daun sagu, maknanya adalah Kabah tempat berlindung umat manusia. Selanjutnya tiang bendera lima buah bermakna lima rukun islam dan bendera lima helai bertuliskan nama Nabi Muhammad SAW, dan empat sahabatnya yaitu, Abubakar As-sidiq r.a, Umar Bin Khatab r.a, Usman Bin Affan, dan Ali Bin Abi Thalib. Ketupat berbentuk Bintang dengan empat sudut memiliki simbol cahaya yang menyinari alam semesta. Selanjut kue cucur bulat merupakan simbol bumi tempat tinggal umat manusia.

Sementara itu telur simbol keturunan umat manusia agar meneladani kehidupan Nabi Muhammad SAW. Ketupat burung mempunyai arti memiliki simbol pasukan burung ababil pengusir musuh yang menyelamatkan umat manusia dari 1000 tentara pasukan Quraish pada perang Badar. Cucur berbentuk bulan sabit memiliki simbol Allah tidak akan merubah ciptaannya yang mulia. Nasi ketan/dodol/wajik dan penganan lainnya bermakna rezeki Allah berikan kepada umatnya harus disyukuri dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Bupati Bolmut Depri Pontoh mengatakan budaya Palelat Harus dilestarikan. “Terlebih kegiatan budaya daerah dalam nuansa religius. Bolmut banyak budaya lokal yang religi,” ungkapnya.

Bolmut merupakan daerah yang kaya akan nilai budaya. “Karena itu, kegiatan festival Palelat menjadi salah satu media yang tepat untuk membangun identitas daerah serta memberikan pemahaman falsafah budaya di seluruh kalangan masyarakat,” ungkapnya.

“Festival Palelat ini harus dilestarikan, selain kental dengan nuansa budaya dan religi, kegiatan ini juga menjadi ajang investasi pariwisata. Bupati Bolmut berharap festival ini tetap dipertahankan sebagai Iven tahunan daerah yang akan semakin memantapkan eksistensi Bolmut sebagai daerah pariwisata,” ujarnya.

Bupati memberi apresiasi kepada masyarakat yang masih memelihara sistem nilai budaya dan sosial. “Jadikan kegiatan ini sebagai ajang silaturahmi, persaudaraan dan kekeluargaan. Ciptakan suasana keakraban dan kedamaian, untuk membangun daerah dengan rasa cinta terhadap seni budaya, adat istiadat, tradisi yang telah menjadi kebanggaan daerah ini” ungkapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan pemerintah Kabupaten dibawah dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut mendapat tanggapan dari berbagai warga. Tanggapan tersebut untuk terus menerus melestarikan budaya Palelat.

Sementara itu, kegiatan festival budaya palelat dilanjutkan dengan pawai keliling Boroko dengan lokasi yang sudah ditentukan. Setelah pawai, masyarakat yang hadiri berebutan mengambil hiasan palelat yang ada di mobil.


Share!
Beri Donasi
Tak pernah percaya dengan sodoran angka statistik pemerintah, membuatnya terus mengobok-obok setiap klaim yang dipublikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top