Puncak Pilar Bolmut Diakui Wisatawan Jerman, tampilkan pemandangan indah

Share!

SELUSUR.ID – PUNCAK Pilar itulah namanya. Sering juga disebut warga desa Mokoditek, Kecamatan Bolangitang Timur, adalah gunung pilar. Lokasinya tidak terlalu jauh dari pusat Kabupaten Bolmut, Boroko. Jarak tempuh bisa saja 20 menit, tergantung kecepatan kendaraan yang dibawah.

Jika berkunjung ke lokasi ini harus siap tenaga tentunya. Lebih baik jika berkunjung ke lokasi puncak Pilar gunakan sepeda motor, lebih mudah. Dan karena jalan yang bertanjakan periksa rem sebaik mungkin. Jalan ke lokasi memang cukup menantang. Tapi bisa terobati jika sudah dipuncak.

Selain itu bagi pengunjung disarankan memakai sendal atau sepatu khusus mendaki atau mempermudah dalam berkunjung.

Untuk sampai ke puncak Pilar disarankan masuk melalui Lapangan Puskesmas Mokoditek. Sesudah Gereja Bukit Sion, lurus ke jalan perkebunan jarak tempuh mungkin sekitar dua kilometer dari Jalan Trans Sulawesi. Setelah itu lihat kearah kanan (laut) terlihat ada bukit berbatuan dan pondok.

Pengunjung untuk masuk cukup dengan membayar uang Rp10 ribu. Dan bisa menikmati keindahan pemandangan pantai, bukit dan hutan bakau. Selain itu pengunjung juga telah disediakan spot-spot untuk mengabadikan momen disana. Tentunya berfoto. Pengelola telah menyediakan ayunan, sepeda dan pondok untuk berfoto, bahkan ditambah dengan keindahan bunga-bunga.

Selain itu, pengunjung bisa menikmati kicauan burung, maklum disebelah puncak Pilar ada hutan desa. Untuk fasilitas kamar mandi sudah ada. Jika beruntung atau memanfaatkan momen, pengunjung bisa melihat pelangi ataupun sungset dari puncak.

Pengelola puncak Pilar atau yang menjaga lokasi tersebut Ade Iya mengatakan, dirinya terinspirasi dari beberapa wilayah di Indonesia soal pariwisata. “Februari nanti bakal lebih diperbaiki lagi,” ungkapnya.

Dikatakannya, lokasi ini sudah dikunjungi oleh wisatawan asal Jerman, sekaligus peneliti Biologi. “Bahkan wisawatan asal Jerman mengakui kalau tempat ini bagus. Disini juga dapat melihat elang laut, burung, dan masih ada monyet,” jelasnya.

Awalnya, menurut perempuan yang memiliki darah Likupang ini, lokasi ini hampir dijual, karena selama 20 tahun belum seperti ini. “Dulunya digunakan hanya untuk menanam tanaman perkebunan, misalnya padi ladang, ubi dan jagung,” ungkapnya.

Bagi Ade Iya, sesuai informasi jalan ke lokasi akan diperbaiki. “Jalannya sudah dirintis, tinggal diperbaiki kedepannya,” ujarnya.

Sementara itu salah satu wisatawan lokal asal Kotamobagu Inka, mengatakan lokasinya sangat indah. “Kita bisa menikmati pemandangan pantai dari puncak gunung. Selain itu pemandangan bukit terlihat menarik,” jelasnya.

Baginya, lokasi ini merupakan tempat sangat bagus. “Kalau untuk tempat foto lokasi ini salah satu yang paling bagus saya kunjungi,” ujarnya.

“Pokoknya kita dapat menikmati keindahan alam hasil ciptaan Allah,” ungkapnya.


Share!
Beri Donasi
Tak pernah percaya dengan sodoran angka statistik pemerintah, membuatnya terus mengobok-obok setiap klaim yang dipublikasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top